Showing posts with label Fakta Kopi. Show all posts
Showing posts with label Fakta Kopi. Show all posts

Saturday, July 2, 2016

Usia Ideal Tanaman Kopi Produktif

TEMPO.CO, Jakarta -Menurut Ucu Sumirat, peneliti dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) atau Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute (ICCRI) yang selama ini banyak melakukan kegiatan penelitian di Lampung, usia ideal tanaman kopi yang produktif, yakni,  5 tahun sampai 20 tahun.

Tanaman kopi dapat disebut tua jika telah melewati usia 20 tahun. Kenyataannya, pada perkebunan-perkebunan kopi rakyat di Indonesia sangat mudah menemukan tanaman kopi berusia hingga 30 tahun.

Usia Ideal Tanaman Kopi Produktif
Usia Ideal Tanaman Kopi Produktif, Iklim Indonesia Pengaruhi Khas Kopi Kualitas Dunia

Pohon kopi yang tua dapat terlihat dari bentuk atau morfologi tanamannya. Bentuk batangnya lebih besar dan cenderung keropos; tidak optimal lagi untuk menopang produktifitas buah.

Selain itu, akar tanaman kopi yang sudah tua tidak optimal untuk menyerap bahan makanan. "Oleh karena itu produktifitasnya lebih rendah sekitar 30 persen  dibandingkan tanaman kopi yang muda-muda," jelas Pujiyanto, peneliti senior Puslitkoka.

Sebagai lembaga penelitian kopi di Indonesia yang sudah berusia lebih dari 100 tahun, Puslitkoka melakukan pengamatan bahwa dampak penurunan produktifitas akibat populasi tanaman kopi tua salah satunya terjadi di Lampung. Provinsi ini tercatat pada Ditjen Perkebunan sebagai produsen kopi terbesar nomor dua di Indonesia, setelah Sumatera Utara. Luas areal perkebunan kopi di Lampung mencapai 163,179 hektar, dengan rata-rata produksi sebesar 1 ton per hektar.

Pujiyanto memberi ilustrasi,  rata-rata populasi tanaman kopi di lampung adalah 2000 pohon per hektar. Lewat acuan itu diperkirakan populasi tanaman kopi di Lampung, mencapai 326 juta pohon. Diperkirakan 50 persen dari total lahan kopi di Lampung merupakan lahan turun temurun dengan usia pengelolaan rata-rata lebih dari 20 tahun. "Dari ilustrasi itu, kira-kira populasi tanaman kopi yang tidak produktif di Lampung mencapai 160 juta pohon," papar Pujiyanto.

Potensi produktifitas yang hilang akibat tanaman-tanaman kopi tua di Lampung itu, menurut Teguh Wahyudi, Direktur Puslitkoka mencapai 50 persen. Itu baru di Lampung. Belum lagi di daerah- daerah penghasil kopi lainnya seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan lain-lain.

Sebagai catatan, fenomena tanaman kopi tua tidak hanya khas Lampung. Data USDA menyebutkan bahwa populasi tanaman kopi tua di Indonesia mencapai 30 persen dari total populasi tanaman kopi di tanah air.

Jika persoalan ini tidak segera diatasi, penurunan reputasi Indonesia sebagai produsen kopi terbesar ketiga di dunia hanya tinggal menunggu waktu. Produksi berkurang, penghasilan petani berkurang, ekspor berkurang, dan devisa negara berkurang.

Perlu kerjasama dan perhatian berbagai pihak mulai dari pemerintah, pihak swasta, pengusaha dan para petani yang memegang peranan langsung dalam mata rantai produksi dan bisnis kopi.
Read More

Friday, June 10, 2016

Cara Bercocok Tanam Kopi

A. Tentang Kopi

Tanaman yang termasuk Genus Coffea dari Famili Rubiaceae ini adalah salah satu dari tiga bahan minuman yang non alkoholik. Adapun tiga minuman tersebut adalah; Kopi, Teh, dan Coklat.

Produksi kopi dunia semenjak abad ke-20 hingga sekarang ini telah meningkat menjadi 5 kali lipat. Adapun benua-benua yang menjadi penghasil kopi terbesar di dunia ini adalah benua Amerika yang terdiri dari Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Kemudian Afrika dan disusul Benua Asia.

Menurut statistik yang dibuat pada tahun 1968, prosentase dari benua-benua penghasil kopi dunia adalah sebagai berikut:
1.      Amerika Selatan sebesar 48 persen;
2.      Amerika Tengah sebesar 16 persen;
3.      Afrika sebesar 29 persen;
4.      Asia sebesar 7 persen.

Kemudian kalau diperinci per negara-negaranya akan diketahui seperti ini, untuk Benua Amerika yang paling menonjol adalah Brasilia dan Columbia. Untuk Benua Afrika, negara-negaranya rata-rata hampir sama dalam produksi kopinya, kemudian produsen kopi dari Benua Asia adalah Indonesia, India dan Philipina.


Sedangkan dari Indonesia sendiri, produksinya kurang lebih hanya 3 sampai 4 persen dari produksi dunia. Sedangkan kebanyakan kopi yang ditanam di Indonesia adalah kopi dari jenis robusta dan sedikit yang dari jenis Arabika.

Perlu juga diketahui bahwa produksi dunia saat ini, boleh dikatakan bahwa 80 persen terdiri dari jenis kopi arabika dan 20 persen dari jenis kopi robusta.

Sebenarnya memang ada lagi jenis kopi Liberika, akan tetapi jenis ini sekarang tidak lagi banyak ditanam orang karena banyak mengandung rasa asam hingga tidak begitu disukai.

B. Asal-usul Kopi

Kopi ini termasuk dalam Genus Coffea dari Famili Rubiaceae, kini kopi yang banyak ditanam di Indonesia adalah jenis Arabika dan robusta. Akan tetapi sebenarnya kedua jenis kopi yang ditanam itu bukanlah merupakan tanaman asli Indonesia. Asal dari kopi tersebut adalah dari Benua Afrika. Di Indonesia pada abad 18 dan 19, pernah ditanam kopi jenis Liberika, akan tetapi sekarang, semenjak abad ke-20 kebanyakan kopi yang ditanam di Indonesia adalah jenis Kopi Robusta dan sebagian jenis Kopi Arabika.

Sebenarnya jenis kopi yang pertama dimasukkan ke Indonesia adalah jenis kopi arabika. Kopi jenis tersebut masuk Indonesia pada tahun 1696, akan tetapi tanaman itu lalu mati karena terserang banjir yang melanda dengan hebat.

Kemudian pada tahun 1699 kembali didatangkan bibit-bibit arabika yang baru. Untuk pertama kalinya ditanam di sekitar Jakarta dan Jawa Barat. Setelah berhasil baik lalu disebarkan keseluruh kepulauan Indonesia.

Satu abad lebih jenis kopi ini telah membudaya menjadi tanaman rakyat. Sedangkan fihak perkebunan sendiri telah mengusahakan kopi tersebut di daerah semarang dan Kedu Jawa Tengah. Dengan keberhasilannya ini, maka pada akhir abad 19 juga dibuka perkebunan kopi di Jawa Timur. Kebun itu terletak di Malang dan Kediri. Setelah itu menjalar lagi sampai daerah Besuki.

Bolehlah dikatakan untuk tahun-tahun 1800 sampai 1900 lebih jenis kopi komersiil yang ditanam adalah jenis Arabika. Jenis kopi lain masih kalah jauh bila dibanding dengan jenis kopi Arabika.


Gambar 1: Pohon Kopi Jenis Arabika, Daunnya Lebar

Gambar 2: Pohon Kopi Jenis Robusta
Namun kemudia terjadi tragedi yang sangat memukul perkebunan kopi. Tiba-tiba saja datang serangan penyakit Hemileia Vastatrik atau penyakit karat daun.


Dengan adanya serangan penyakit ini maka kopi-kopi jenis arabika hanyalah kuat bertahan di daeah-daerah tinggi, yang lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut (dpl). Sebab di daerah-daerah tinggi itu serangan penyakit tersebut tidaklah begitu hebat. Akibatnya maka produksi Arabika menjadi mundur dan menurun drastis.

Sedangkan jenis kopi Liberika dimasukkan ke Indonesia ini sejak tahun 1875. Pemasukan kopi jenis liberika ini adalah salah satu usaha untuk mengatasi penyakit karat daun. Dengan harapan jenis ini akan lebih kuat dibandingkan dengan jenis arabika dalam serangan penyakit karat daun.

Namun ternyata jenis ini pun tidak banyak bedanya dengan jenis arabika. Mudah pula diserang oleh penyakit karat daun. Dan lagi jenis ini kurang disukai oleh masyarakat sebab rasanya terlalu asam. Dengan demikian maka jenis kopi ini lalu tidak ditanam lagi oleh masyarakat. Mungkin kini sisa-sisanya ada beberapa di daeah-daerah tertentu saja.

Kopi robusta mulai masuk di Indonesia pada tahun 1900. Setelah diadakan penyelidikan dan percobaan-percobaan oleh para ahli pertanian dan perkebunan, maka mulai ditanam jenis kopi robusta. Ternyata memang jenis ini dapat tahan dengan penyakit karat daun.

Selain kuat terhadap serangan penyakit karat daun, jenis kopi ini juga memerlukan persyaratan tumbuh yang lebih ringan bila dibandingkan dengan jenis kopi arabika, dan yang lebih penting dan menggembirakan lagi produksinya jauh lebih tinggi.

Gambar 3: Penyakit Karat pada Daun Kopi Arabika
Dengan adanya keuntungan-keuntungan itulah maka jenis ini cepat berkembang dan mendesak jenis-jenis kopi lainnya. Sampailah saat ini bila diperkirakan 95 persen dari areal perkebunan kopi di Indonesia terdiri dari jenis Robusta.

Seperti telah diterangkan diatas kalau jenis kopi Arabika ini hanya dapat tumbuh di daerah yang ketinggiannya lebih dari 1000m dpl. Sedangkan untuk jenis robusta bisa tumbuh di daerah yang ketinggiannya 100 meter sampai dengan 750 meter dpl. Maka dengan demikian terjadilah zonal gap yang berarti ada zona dengan jarak vertikal 200 meter sampai 250 meter yang tidak bisa ditanam kopi. Untuk menutup gap ini, maka telah diadakan penelitian yang kemudian pada tahun 1929 dimasukkanlah veritas Abyssinica (Coffea Arabica Veritas Abyssinica) sedangkan yang telah ada di Indonesia adalah Arbika yang termasuk Coffea Arabica Veritas Typica.

Kemudian pada tahun 1955/1956, dapatlah dipilih dan setelah melalui proses penelitian serta penyelidikan dan ujian-ujian buat pohon kopi jenis tersebut, ternyata jenis kopi Arabika veritas Abyssinica yang berasal dari India dapat tahan dari serangan karat daun.

Selain kuat terhadap serangan karat daun, jenis Arabika Abyssinica ini dapat tumbuh di daerah yang tingginya 500meter dpl. Dengan ditemukannya kopi jenis ini, maka tidak ada lagi gap daerah untuk tanaman kopi. Hingga dengan demikian maka bisa saja daerah-daerah dataran rendah ditanami Robusta dan dataran tinggi ditanami kopi jenis Arabika.

Di Indonesia, daerah-daerah yang menanam jenis Kopi Arabika adalah Jawa Timur; Sumatera Utara; Aceh; Bali; dan Sulawesi Selatan.

Namun sayang sekali, semenjak perang dunia II, produksi kopi menurun dengan drastis. Akan tetapi untunglah sekarang setelah mendapat perhatian dan penanaman yang lebih intensif lagi, maka kita telah dapat menaikkan produksi.

Sejak awal tahun 1970-an, orang akan dapat memetik kopi dengan hasil rata-rata diatas 10 kwintal per  Hektarnya. Bahkan banyak daerah yang bisa menghasilkan lebih dari 15 kwintal untuk setiap hektar.

Gambar 4: Perkebunan Kopi Arabika di Dataran Tinggi Gayo, Aceh
Untuk penghasilan kopi ini, memang Indonesia sendiri belum banyak bicara. Sebab hasil produksi kopi Indonesia hanyalah sekitar 3 sampai 4 persen saja dari kebutuhan dunia. Namun walaupun demikian, berarti kita telah pula cukup bangga, sebab kita telah dapat menutupi kebutuhan kopi buat dalam negeri sendiri. Kemudian untuk kawasan Asia, produsen kopi yang terpenting adalah Indonesia, India dan juga Philipina.

Seperti juga kebanyakan yang ditanam, maka hasil kebanyakan dari kopi kita adalah dari jenis Robusta, serta satu hal lagi yang juga cukup menguntungkan bagi kita, bahwa kita telah jaran atau tidak lagi menanm jenis kopi Liberika. Karena pasaran duniapun tak begitu suka dengan jenis kopi yang mempunyai rasa terlalu masam.

Perkebunan-perkebunan kopi di Indonesia ini sekarang yang banayk adalah di daerah-daerah luar Pulau Jawa. Sebab memang di sana masih cukup banyak areal yang mempunyai suhu serta iklim yang baik. Sementara di Jawa pun banyak bermunculan para penanam kopi.
Read More

Sejarah Kopi

Tulisan sejarah kopi ini saya ambil dari Wikipedia.

Sejarah kopi telah dicatat sejauh pada abad ke-9. Pertama kali, kopi hanya ada di Ethiopia, dimana biji-bijian asli ditanam oleh orang Ethiopia dataran tinggi. Akan tetapi, ketika bangsa Arab mulai meluaskan perdagangannya, biji kopi pun telah meluas sampai ke Afrika Utara dan biji kopi disana ditanam secara massal. Dari Afrika Utara itulah biji kopi mulai meluas dari Asia sampai pasaran Eropa dan ketenarannya sebagai minuman mulai menyebar.

Kopi masa ke masa

  • 1000 SM Kopi mulai dikenal oleh suku Galla di Afrika Timur.
  • >5 M Kopi sudah dikenal di pelosok Ethopia
  • 700-1000 M Kopi dikenal pertama kali oleh bangsa Arab sebagai minuman energi (untuk begadang). Penyebaran kopi dimulai saat itu bersamaan dengan penyebaran Islam. Sumber kopi pertama di Mocha salah satu derah di Yaman.
  • 1000 M Ibnu Sina menyelidiki zat kimiawi kopi, dokumennya merupakan dokumen pertama yang diketahui membedah kopi dari ilmu kedokteran dan kesehatan.
  • 1400 M Penyebaran kopi dan kedai kopi pesat di jazirah Arab, terutama Mekkah dan Madinah.
  • 1453 M Kopi diperkenalkan di Konstantinopel oleh bangsa Turki (kekhalifahan Ottoman). Kedai kopi yang pertama kali tercatat disana bernama Kiva Han, dibuka tahun 1475.
  • 1600 M Paus Clement VIII, menegaskan untuk mempertimbangkan bahwa ‘budaya ngopi’ merupakan sebuah bid’ah, ‘budaya luar’ yang dapat mengancam (infidel) dan karena itu berdosa bagi yang meminumnya. Namun kemudian ia mengizinkan jika ‘ngopi’ menjadi bagian (alternatif) dari makanan/minuman yang halal dimakan oleh seorang Kristen. Pada tahun itu juga, kopi dibawa dari Mekkah ke jazirah India (Asia kecil) oleh orang yang bernama Baba Budan ketika pulang haji dari Mekkah.
  • 1616 M Kopi dibawa dari Mocha (Yaman) ke Belanda.
  • 1645 M Kedai kopi pertama dibuka di Venice, Italia.
  • 1650 M Kedai kopi pertama dibuka di negeri Kristen (Christendom) tepatnya di Oxford.
  • 1658 M Belanda membuka kebun pertama di Ceylon (Srilanka)
  • 1668 M Kedai kopi ‘Edward Lloyd’s’ dibuka di London. Dari kedai kopi inilah kemudian Edward membuka perusahaan asuransi paling terkemuka di dunia Lloyd of London Insurance.
  • 1668 M Kopi mulai dikenal di Amerika Utara.
  • 1669 M Kedai kopi dikenalkan di Paris oleh duta besar Turki kepada raja Louis XIV.
  • 1670 M London gandrung kopi. Kedai kopi dibuka di setiap sudut London. Kopi mulai diperkenalkan di Jerman. Di Brasilia, penanaman kopi di mulai. Jenis kopi yang ditanam adalah Coffea Arabica Lind.
  • 1674 M Petisi Perempuan menentang kopi dikeluarkan di London.
  • 1675 M Hidangan teh (tea house) mulai dikenalkan di Belanda. Sebelumnya yang ada cuma sajian minuman bir/malt.
  • 1675 M Raja Charles II menutup seluruh kedai kopi di London, tuduhan utamanya adalah kedai kopi sebagai tempat pemufakatan makar.
  • 1679 M Ahli kimia di Marseilles, Prancis memberikan kesaksian bahwa kopi merusak dan membahayakan kesehatan.
  • 1679 M Kedai kopi pertama dibuka di Hamburg, Jerman.
  • 1688 M Lebih dari 800 kedai kopi dibuka di daerah Soho (Inggris). Terutama oleh pelarian Kristen Calvinis dari Prancis (Huguenots).
  • 1689 M Café khas Perancis pertama dibuka, bernama Café de Procope-walau dengan suasana krisis setelah pengumuman kopi merusak kesehatan.
  • 1696 M Kedai kopi pertama bernama The King’s Arms dibuka di New York.
  • Seorang warganegara Belanda bernama Zwaardecroon, membawa beberapa benih tanaman dari Mekkah ke Bogor, Indonesia. Dan, menjadi tanaman komoditas terpenting di Hindia Belanda.
  • 1706 M Kopi Jawa diteliti Belanda di Amsterdam.
  • 1714 M Kopi Jawa hasil penelitian, oleh Belanda diperkenalkan dan ditanam di Jardin des Plantes oleh raja Louis XIV.
  • 1720 M Kedai kopi Florian bertahan buka di Florence.
  • 1723 M Gabriel du Clieu membawa biji kopi dari Prancis ke Martinique.
  • 1727 M Francisco de Mello membawa biji kopi dari Prancis untuk ditanam di Brazil.
  • 1730 M Inggris menanam kopi di Jamaica.
  • 1732 M Johann Sebastian Bach membuat komposisi Coffee Cantata, di Leipzig. Kantata ini menggambarkan perjalanan spiritual yang juga sebagai parodi atas ketakutan orang Jerman terhadap pesatnya popularitas kopi di German (bangsa Jerman penggemar bir)
  • 1777 M Raja Jerman (Prussia) mengumumkan kritikan dan pelarangan atas kopi, dan mengumumkan bir sebagai minuman nasional Jerman Raya.
  • 1790 M Kedai kopi awal khas British menghilang perlahan tergantikan oleh kedai beer (tavern).
  • 1802 M Cafe sebagai kata yang menunjukkan tempat mulai diperkenalkan di Inggris (sebelumnya coffee house). Kata ini berasal dari kata Prancis ‘eafé’ dan hampir seakar dengan bahasa Italia ‘caffe’. Café menunjukan sebuah tempat yang merupakan restoran dengan menu utama minuman kopi.
  • 1809 M Kopi impor dari Brazil pertama kali masuk pasar Amerika di Salem, Massasuchet.
  • 1820 M Zat Caffeine dalam minuman kopi ditemukan berbarengan oleh tiga penelitian berbeda – dan, tentunya masing-masing peneliti itu bekerja sendiri-sendiri – yang dilakukan oleh Runge, Robiquet, Pelletier dan Caventou
  • 1822 M Prototip dari sebuah mesin kopi espresso dibuat di Prancis.
  • 1839 M Kata ‘Cafetaria’ diperkenalkan sebagai kata hibrida (gabungan) dari Meksiko, Spanyol Dan Inggris.
  • 1859 M Michael Thonet’s Vienna Café chair No. 14 (bangku kedai kopi khusus diperkenalkan pertama kali sebagai ‘bangku yang cocok digunakan sambil menghirup kopi’.
  • 1869 M Cofee leaf rust (jamur kopi) pertama kali diketemukan di Srilanka dan tanaman kopi di Asia.
  • 1873 M Kopi dalam kemasan secara massal diperkenalkan pertama kali di Amerika oleh John Arbukle.
  • 1882 M Dibentuk The New York Coffee Exchange
  • 1869 M Berjangkit suatu penyakit jamur di seluruh Asia yang menyebabkan kerusakkan dari kopi berjenis Coffea Arabica Lind yang waktu itu banyak ditanam di Asia. Hingga pada tahun ini orang mulai menanam bermacam-macam jenis kopi yang banyak terdapat di daerah Congo.
  • 1904 M Mesin espresso dibuat modern oleh Fernando Illy.
  • 1906 M Brazil menaikkan harga kopi setelah menciptakan harga (kurs) tetap untuk komoditas kopi.
  • 1910 M Jerman membuat kopi decaf (pengurangan zat caffein pada kopi seminimal mungkin) Dan diperkenalkan ke Amerika dengan nama Dekafa.
  • 1911 M Pedagang kopi di Amerika membentuk Asosiasi Kopi Nasional.
  • 1915 M Pyrex ditemukan. Pertama kali dipakai sebagai lampu penerangan terutama di perusahaan kereta api sebagai penutup lampu yang tahan panas dan cuaca ataupun benturan fisik. Mulai diperkenalkan sebagai alat dapur, sebagai pengganti kaca. Kedai kopi menggunakan pyrex sebagai gelas tahan panas.
  • 1920 M Kedai kopi ‘baru’ booming di Amerika.
  • 1925 M Vienna Café chair No. 14 diikutkan dalam pameran L’esprit Nouveau di Perancis oleh Le Corbusier. Sampai tahun 1933 bangku model ini diproduksi lebih dari 50 juta.
  • 1927 M Mesin kopi espresso pertama kali diperkenalkan di Amerika. Kedai kopi pertama yang memakai ‘La Pavoni’ di New York. Mesin ini didesain khusus oleh arsitek ternama Italia Gio Ponti.
  • 1928 M Federasi Kopi Kolumbia dibentuk.
  • 1930-1944 M Brazil memusnahkan 78 juta kantong kopi untuk menstabilkan harga.
  • 1938 M Cremonesi membuat pompa piston yang dapat menyemprotkan air panas dengan keepatan tinggi untuk menyeduh kopi.
  • 1938 M Nestle menemukan kopi instan di Brazil, Nestle sampai saat ini merupakan penghasil kopi instan terbesar di dunia.
  • 1939-1945 M Pasukan Amerika membawa kopi instan dalam perang dan memperkenalkannya ke seluruh dunia.
  • 1942 M Kopi menjadi barang yang disimpan secara sembunyi-sembunyi. Di Inggris pada masa ini kopi dijatah pada jumlah tertentu.
  • 1946 M Pabrik Gaggia memproduksi mesin Capucinno secara komersial untuk pertama kali. Kata Capucinno berasal dari warna jubah pendeta Capucin (aliran Francisian-1529).
  • 1948 M Achille Gaggia menemukan mesin kopi espresso secara massal di Milan.
  • 1952 M Mesin Gaggia diimpor ke Inggris. Pada tahun ini kedai kopi setelah perang dunia kedua untuk pertama kali dibuka di London di bulan Juli.
  • 1953 M Bar Espresso menyebar di seluruh Soho. Yang pertama kali adalah Mocha di jalan 29 Frith Street.
  • 1954 M Pembatasan kepemilikan sejumlah komoditi seperti kopi berakhir dengan berakhirnya masa transisi perang dunia kedua.
  • 1957 M Catherine Uttley mendaftar ada 200 bar kopi di London. Mulai banyak yang bar kopi yang memakai plastik mulai dari peralatan dapur, makan, lantai sampai furnitur.
  • 1960 M Bar kopi tercatat bertambah dua kali lipat dari 1,000 menjadi 2,000 di seluruh Inggris, terbanyak di London, sekitar 500 buah.
  • 1962 M Puncak dari konsumsi kopi per kapita di Amerika, 3 cangkir per orang per hari.
  • 1962 M Perjanjian Internasional mengenai perdagangan kopi dibuat, tujuannya mengontrol harga.
  • 1964 M Bar kopi sekarat di Inggris, tergantikan oleh restoran dengan berbagai hidangan.
  • 1970 M Mokha café tutup setelah dikomplain sinis oleh penulis Amerika William S Burrough.
  • 1971 M Gerai Starbuck pertama dibuka di Seattle.
  • 1973 M Fair Trade Coffee pertama kali diimpor ke Eropa dari Guatemala.
  • 1975 M Brazil menderita karena gagal panen, harga kopi dunia meroket.
  • 1989 MPerjanjian Kopi Internasional gagal menstabilkan harga. Dalam sejarah perdagangan kopi turun ke tingkat yang paling rendah.
  • 1990 M Beberapa kedai kopi tutup karena penataan ruang (redevelopment) di Inggris. Diperkenalkan organic coffee yang menjadi primadona di pasar kopi dunia.
  • 1998 M Starbuck mencapai 2.000 gerai di Amerika saja. Di seluruh dunia 5.715 gerai. Sedangkan di Indonesia telah dibuka sebanyak 11 gerai. Starbuck memposisikan diri sebagai kedai kopi dengan jaringan terbesar di seluruh dunia.
Tentang Kopi
Kopi
Read More

Tuesday, March 22, 2016

Jenis Jenis Kopi dan Minuman Kopi

Salah satu minuman yang paling pavorit di dunia adalah kopi. Penyuka kopi terdiri dari kalangan yang luas mulai muda hingga tua, pria maupun wanita. Untuk membuat minuman ini, ada begitu banyak jenis kopi dan begitu banyak varietas minuman yang dibuat dengan menggunakan biji kopi.
Kopi dapat diklasifikasikan atas dasar jenis biji, berbagai metode pemanggangan atau penyangraian, dan juga atas dasar minuman yang berbeda yang dibuat dengan menggunakan metode yang berbeda dari biji untuk mendapatkan rasa dan bau yang khas dari masing-masing kopi.
Berikut adalah tiga jenis kopi yang paling banyak ditanam diseluruh dunia.


Kopi Arabika.
Kopi Arabika adalah jenis kopi yang paling banyak ditanam oleh petani kopi. Menurut sumber yang saya dapatkan dari Buzzle bahwa sekitar 50% produksi dunia tentang kopi arabika ini. dijelaskan juga bahwa rasa dari biji kopi arabika ini memiliki berbagai macam variasi dari daerah daerah tertentu. Tetapi pada umumnya memiliki rasa dan aroma yang sangat ringan. Negara Afrika adalah produsen utama dari tanaman kopi arabika.

Kopi Robusta.
Kopi Robusta adalah termasuk dalam daftar kopi yang banyak diproduksi juga oleh petani kopi di Indonesia. Dibandingkan dengan jenis kopi Arabika, ciri ciri dari tanaman kopi Robusta ini adalah tanaman ini jauh lebih kuat dan tahan terhadap penyakit dan hama. Hal ini membuat lebih mudah dan lebih ekonomis untuk dibudidayakan. Rasa dari biji robusta jauh lebih kuat daripada biji kopi Arabika. Begitupun kandungan kafein pada biji Robusta lebih dari itu dari biji kopi Arabika.

Kopi Kona.
Kopi Kona adalah jenis Kopi yang paling langka dari biji kopi yang dihasilkan di dunia. karenan jenis kopi ini merupakan yang paling mahal harganya. Kopi Kona banyak diproduksi di negara Hawaii, biji kopi ini memiliki tingkat tertinggi kandungan kafein di dalamnya. Oleh karena itu, kopi ini jarang dicampur dengan jenis lain.


Jenis Minuman dan rasa Kopi
Setelah berbagai jenis biji kopi yang diproduksi di seluruh dunia, berikut adalah jenis minuman yang terbuat dari kopi. Beberapa mungkin kita mengenalnya adalah kopi mantap, kopi panas, kopi kental, bahkan sekarang banyak diproduksi jenis minuman kopi dingin, es kopi dan lain lain.
Berikut adalah jenis minuman yang terbuat dari kopi yaitu: 
Espresso, 
Mocha, Latte , 
Macchiato, 
Kopi Filter, 
Cappuccino, 
Kopi Hitam.
Sedangkan rasa dari minuman kopi yaitu: 
Caramel, 
Butter Rum, 
Vanilla, 
Macadamia Nut, 
Caramel Pecan,
Apricot Cream, 
English Toffee, 
Mint Mocha, 
dan lain lain.
Nah, sekian dulu sedikit artikel dari saya tentang jenis kopi, Jenis minuman kopi dan rasa kopi. Sekedar informasi saja bahwa menikmati kopi tidak harus secara berlebihan dengan cara meminumnya sampai 5 cangkir sehari, karena kita tahu bahwa menikmati kopi secara berlebihan akan berdampak buruk bagi kesehatan tubuh kita. Setidaknya cukup 2 cangkir saja dalam satu hari untuk mendapatkan manfaat yang baik bagi kesehatan kita.


Read More

Sunday, June 15, 2014

KOPI SUMATERA

KOPI SUMATERA SALAH SATU KOPI TERBAIK

Sumatera adalah salah satu daerah penghasil kopi di Indonesia dan dikenal sebagai penghasil kopi terbaik yang terkenal tak hanya di dalam negeri, kopi Sumatera terkenal juga hingga ke luar negeri. Kopi Sumatra menjadi salah satu kopi terlaris di negara Amerika Serikat yang merupakan negera dengan tingkat konsumsi kopi terbesar di dunia.

Kopi Sumatra termasuk salah satu kopi termahal. The Guardian melaporkan kopi luwak asal Sumatra sebagai kopi termahal di dunia. Mereka juga melaporkan perbandingan harga kopi Sumatra dengan kopi asal Brazil di mana harga kopi Sumatra lebih mahal. Tidak heran jika kopi Sumatera menjadi favorit warga Athens Ohio.

Kopi Sumatera sendiri beragam sesuai dengan lokasi asalnya, seperti kopi Aceh Gayo, kopi Sidikalang, kopi Mandailing, kopi Lintong dan kopi Lampung, , dan. Semua jenis kopi tersebut memiliki  aroma dan rasa yang khas.

Kopi Sidikalang, Nama kopi ini diambil dari nama Ibu Kota Dairi, yaitu Kota Sidikalang yang terletak didaerah pegunungan yang memiliki ketinggian 1.500 meter diatas permukaan laut. Kombinasi dari hawa dingin dan jenis tanah membuat kopi Sidikalang di Sumatera memiliki cita rasa yang khas. Kopi Sidikalang berasal dari wilayah Sumatera Utara yang memiliki tiga daerah penghasil kopi terbaik yaitu Sidikalang, Mandailing, dan Lintong Nihuta.

Kopi Sumatera lainnya  yang terkenal akan aroma dan kenikmatan yang khas adalah kopi Gayo Aceh. Berikut coba kita bahas kopi khas dari Sumatera.

BERAGAM KOPI DARI PULAU SUMATERA


Kopi  Aceh


Kopi Gayo Aceh adalah kopi dari kopi asal daerah Sumatera paling Utara. Biji kopi yang di hasilkan dari dataran tinggi yang bernama Gayo Aceh terkenal dengan kopi arabika nya yang khas dan sudah menjadi sebagai salah satu kopi terbaik di dunia. Kopi ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Takengon (Gayo) memiliki letak geografis yang menjadi salah satu rangkaian bukit barisan tentu punya kelebihan tersendiri. Tanahnya subur dan curah hujannya juga lumayan tinggi. Karena letaknya kurang lebih 1.300 m dpl maka sangat cocok untuk menanam kopi jenis Arabica.

Di Aceh terdapat dua jenis kopi yang dibudidayakan, Arabika dan Robusta. Jenis kopi Arabika yang sangat terkenal adalah Kopi Gayo, dan produksinya adalah yang terbesar di Asia. Kopi jenis Arabika ini umumnya dibudidayakan di wilayah dataran tinggi Tanah Gayo, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.

Kopi Sumatera
Biji Kopi



Jenis kopi Robusta adalah Kopi Ulee Kareng. Umumya dibudidayakan di Kabupaten Pidie (terutama wilayah Tangse dan Geumpang) dan Aceh Barat. Cita rasa yang unik dan khas dari kedua jenis kopi tersebut berhasil menarik minat pasar mancanegara sehingga membuat Aceh mendominasi ekspor kopi Indonesia hingga 60%.

Kopi Sidikalang (Sumatera Utara)


Jenis kopi arabika yang memiliki kenikmatan cita rasa luar biasa di Sumatera Utara adalah Kopi Sidikalang. Nama tersebut adalah nama daerah di mana kopi itu berasal. Kopi Sidikalang sendiri sudah terkenal hingga ke luar negeri. Kopi Sidikalang menjadi salah satu kopi terbaik di dunia yang berasal dari Brazil.

Menurut para ahli kopi, aroma dan kekhasan rasa dari Kopi Sidikalang disebabkan oleh kombinasi hawa dingin dan jenis tanah di kawasan pegunungan dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.


Kopi Mandailing Natal


Mandailing Natal adalah daerah penghasil kopi berkualitas yang terkenal sejak zaman Belanda di Sumatera Utara. Dalam sejarah perkopian Indonesia desa yang jadi pusat kopi Arabica pertama kali di tanam adalah Desa Pakantan, Mandheling Natal.

Di salah satu desa di Mandailing Natal, yaitu desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud banyak sekali kebun kopi yang sudah berumur puluhan, bahkan ratusan tahun. Kebun kopi ini diyakini memiliki hubungan dengan sejarah kopi Arabica yang pertama kali dimasukkan oleh Belanda ke Indonesia pada 1699.

Ada dua jenis kopi yang ditanam di Mandailing Natal. Paling banyak adalah kopi jenis Arabica, baru kemudian Robusta.

Kopi Besemah (Sumatera Selatan)


Kopi yang berasal dari Sumatera Selatan adalah Kopi Besemah. Aroma dan rasanya yang gurih membuat kopi Besemah ini digemari oleh penduduk di wilayah Sumatera Selatan. Kopi Besemah merupakan jenis kopi Robusta yang tumbuh di dataran tinggi sekitar pegunungan dan perbukitan. Kopi Besemah yang berasal dari daerah Pagalaram adalah salah satu kopi favorit Ratu Belanda, yaitu Ratu Yuliana.


Kopi Lahat


Kota Lahat adalah kota tertua di Sumatera. Usia kota Lahat saat ini sudah mencapai 130 tahun dan merupakan kota yang dirancang khusus oleh Belanda ketika menjajah Indonesia. Budaya minum kopi di Lahat sudah berlangsung sejak dahulu. Di kabupaten Lahat banyak terdapat kebun kopi.

Kopi Pagaralam


Pagaralam berada diketinggian 1.000 m dpl di atas permukaan laut sehingga berhawa sejuk. Pagaralam adalah daerah penghasil kopi terbesar di Sumatera. Banyak kebun kopi yang ada di Pagaralam, tetapi sedikit tempat pengolahannya.
Biasanya para petani kopi Pagaralam menyimpan buah kopi dalam kondisi masih terbungkus dengan kulitnya supaya lebih awet dan tak mudah menyusut. Jika harga kopi lagi kurang baik para petani biasanya menyimpan buah kopi dalam karung-karung besar. Ketika harga membaik barulah diolah menjadi kopi.

Kopi Empat Lawang


Kabupaten Empat Lawang (Tebing Tinggi) merupakan daerah hasil pemekaran Kabupaten Lahat di Sumatera. Kota ini memiliki ikon Biji Kopi karena kopi adalah salah satu komoditas andalan kabupaten Empat Lawang. Hampir di semua tempat di daerah Empat Lawang memiliki kebun kopi yang hasilnya dapat diandalkan.
Kopi di Empat Lawang sangat khas karena merupakan hasil percampuran kopi Arabica dan Robusta. Wujud aslinya Robusta tapi aromanya Arabica. Kopi dari Empat Lawang sangat terkenal sehingga diminati para pedagang dari kota lain. Sebagian besar hasil panen kopi Empat Lawang mengalir keluar dari kota itu dan diberi cap atau diaku kopi daerah lain.

Kopi Curup-Kepahiang


Curup adalah salah satu sentra penghasil kopi di daerah Bengkulu di Pulau Sumatera. Kopi daerah Curup juga sering dikenal dengan sebutan Kopi Bengkulu. Perkebunan lokal kopi di Curup dan Kepahiang berjenis kopi Robusta dan biasanya diolah secara tradisional.

Kopi Lampung


Jenis kopi Sumatera berikutnya adalah kopi lampung yang termasuk jenis kopi Robusta dengan aroma dan kekhasan rasa. Kopi Lampung mempunyai rasa lebih pahit, dan sedikit asam. Kadar kafeinnya pun cukup tinggi. Kopi Lampung merupakan kopi robusta yang tanaman biji kopinya hanya dapat tumbuh dengan baik di ketinggian 400-700 meter diatas permukaan laut dengan temperatur sekitar 21 sampai 24 derajat celcius.

Kopi Liwa


Liwa adalah daerah pegunungan di Lampung Barat di Pulau Sumatera, menghubungkan tiga provinsi: Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Kopi Luwak dari Liwa sangat popler hingga mancanegara. Harga per kilo kopi Luwak sangat mahal harganya berkisar antara Rp 400 ribuan sampai jutaan.
Read More

Tuesday, April 8, 2014

Pengolahan Biji Kopi

Buah kopi ini masak biasanya pada bulan-bulan April/ Mei sampai bulan September/ Oktober. Untuk distribusi daerah-daerah basah panen dapat lebih merata bila dibandingkan dengan daerah-daerah kering. Hingga demikian maka masa panennya lebih panjang yaitu dari April samai Oktober. Buah kopi setelah masak akan berwarna merah, dan ini harus kita petik satu persatu dari tiap dompolnya dengan giliran petik antara 2-3 minggu.

Rendemen buah kopi, yaitu perbandingan antara berat kopi biji dan berat kopi gelondong, rendemen ini berbeda-beda menurut jenisnya:
a.      Rendemen Kopi Robusta; antara 22 samapi dengan 24 persen;
b.      Rendemen Kopi Arabika; antara 16 sampai dengan 18 persen;
c.       Rendemen Kopi Liberika; antara 10 sampai dengan 12 persen.

Pada prinsipnya pengolahan kopi ini bertujuan untuk memisahkan kopi dari dagingnya, kulit tanduk, dan kulit ari. Hingga tinggal biji kopinya. Pengolahan ini secara garis besarnya dibagi menjadi 2 cara yaitu pengolahan kering dan pengolahan basah.

Kalau diperkebunan-perkebunan besar, biasanya kopi ini diolah dengan secara basah, kecuali buah-buah inferior yang berasal dari pemetikan bubuk lelesan, racutan dan buah-buah yang masih muda. Sebaliknya kopi rakyat akan diolah secara kering.

A. Pengolahan Kering

Cara pengolahan kering atau Oost Indische Bereiding ini akan lebih sederhana dan terdiri atas pengeringan; pengupasan; dan sortasi. Pengeringan kopi gelondong dilakukan dengan jalan menjemur diatas lantai tanah ataupun semen. Untuk lebih mempercepat proses pengeringan, ada kalanya gelondong dimemarkan terlebih dahulu baru dijemur. Pengeringan dalam bentuk gelondong ini menyebabkan beberapa kerugian, yaitu:
1.      Memakan waktu lama antara 10 sampai 15 hari;
2.      Kulit ari melengket pada biji, hingga kopi menjadi kelemben;
3.      Warna lebih kekuningan;
4.      Menimbulkan fresh smell.

Kemudian setelah kopi kering baru dikupas, yaitu dipisahkan dari daging, kulit tanduk, dan kulit arinya. Hal ini biasanya dilakukan dengan cara menumbuk di lesung atau dengan cara buler.

Sortasi dilakukan untuk memisahkan dedek serta biji-bji yang pecah ataupun kena bubuk, hitam dan lain-lain.

Gambar 25: Penjemuran Biji Kopi
(menutup tempat penjemuran dengan plastik agar terhindar dari hujan)

B. Pengolahan Basah

Pengolahan basah atau West Indesche bereiding, dipakai di Indonesia ini semenjak kopi Robusta berkembang. Karena sebelum itu untuk jenis kopi Arabika hanyalah dipergunakan pengolahan kering.

Pengolahan basah ini memerlukan banyak air, yaitu sekitar 16-18 Liter/Kg kopi biji. Karena pengolahan justru terjadi di musim kemarau, maka masalah air sangatlah penting dalam cara pengolahan ini.

Pengolahan basah ini mengenal dua cara pula, yaitu dengan fermentasi dan tanpa fermentasi. Pengolahan dengan fermentasi ini akan menghasilkan kopi bersih dari lendir, sehingga dengan cepat dapat dicuci. Akan tetapi sebaliknya, cara fermentasi ini menyebabkan penyusutan berat kopi. Fermentasi selama 36 jam menyebabkan berat susut 2-4 persen dan ini tergantung dari temperatur. Makin tinggi temperatur (jadi makin rendah letak pabrik) makin besar pula penyusutannya.

Selama fermentasi biji kopi masih hidup, sehingga terjadi dessimilasi yang menghasilkan produk-produk yang menguap, ini yang menyebabkan penyusutan berat. Oleh karena itu kopi yang diolah dengan tanpa fermentasi mempunyai rendemen yang lebih tinggi.

Proses pengolahan basah terdiri dari beberapa tingkat pengolahan sebagai berikut:

Proses Pengolahan Basah pada Biji Kopi

1. Sortasi Kopi Gelondong

Setelah tiba di emplasemen, buah kopi akan kita pisahkan dari buah-buah yang berwarna hijau. Kemudian buah kopi yang berwarna merah akan dimasukkan dalam sifon (conische tank) untuk memisahkan:
a.      Kopi yang masak dan baik diolah secara basah
b.      Kopi yang inferior (bubuk, gabuk, kering, dan lain sebagainya) diolah secara kering.

Pemisahan ini didasarkan atas perbedaan berat jenis dengan jalan merambangnya dalam air. Hingga dengan demikian buah inferior yang mengambang akan kita pisahkan dan diolah secara kering. Buah yang bik dan tenggelam disedot masuk kedalam pulper, untuk diolah secara basah.

2. Pulping

Pulping bertujuan untuk memisahkan kopi dari pulp yang terdiri dari atas daging dan kulit buah. Juga terdapat 2 pulper, macamnya adalah disk puper; dan cylinder pulper. Akan tetapi sekarang ini praktis yang dipakai adalah cylinder pulper, yaitu Vis Pulper dan Raung Pulper (Aqua Pulper).

Raung pulper ini juga berfungsi sebagai pencuci, dari kopi yang keluar dari mesin ini tidak perlu difermentir dan dicuci lagi, karena memang sudah bersih dari lendir. Kopi yang baru dipetik haruslah di pulp pada hari itu juga, ini dilakukan agar lebih mudah dan juga loebih bersih. Lobang dalam saluran pulper harus disetel dengan seksama, agar kopi tidak terkelupas kulit tanduknya.

Ruang pulper ini memerlukan lebih banyak tenaga kalau dibandingkan dengan Vis Pulper. Oleh karena itu cocok sekali untuk kebun-kebun yang memiliki turbin air.

3. Fermentasi

Kopi yang telah di Pulp dengan Vis pulper masih diselaputi lapisan lendir. Lendir itu sendiri harus segera dihilangkan untuk mempercepat proses pengeringan. Ada beberpa cara untuk menghilangkan lendir ini, yaitu melalui fermentasi; bahan bahan kimia; air panas; dan penggosokan.

Adapun cara yang termurah dan banyak dipergunakan adalah fermentasi. Untuk inipun terdapat 2 macam fermentasi, yaitu:
a.      Fermentasi basah/ dengan direndam air;
b.      Fermentasi kering/ tanpa direndam air.

Fermentasi basah ini dilakukan dengan jalan merendam pada bak air selama 36-60 jam. Makin tinggi letak pabrik maka makin lama fermentasi. Setelah direndam 10 jam maka cairan fermentasi harus dikeluarkan melalui saluran bawah bak, kemudian nanti akan ditambah air dengan secara berangsur-angsur. Banyak air yang ditambahkn 2/3 volume kopi.

Fermentasi kering dilakukan dengan menggundukkan kopi yang keluar dari pulper dan kemudian ditutup dengan karung goni, agar fermentasi ini merata maka gundukan perlu dibolak-balik.

4. Pencucian

Setelah di fermentasi maka kopi harus dicuci bersih-bersih, dan kalau dipegang terasa kasar. Pencucian ini dapat dipergunakan dengan mesin dan dapat pula dipergunakan melalu tangan.

Kopi yang tidak difermentir di pulp Vis Pulper haruslah dicuci dengan mesin cuci. Namun kalau yang di pulp dengan Raung Pulper tidak perlu dicuci, karena mesin tersebut telah sekaligus melakukan  pulping dan pencucian.

5. Pengeringan

Setelah kopi itu dicuci maka akan mengandung air 52 sampai dengan 54 persen terhadap berat basah. Kandungan tersebut dibagi menjadi 20 persen air permukaan; dan 80 persen air dalam sel.

Tujuan dari pengeringan itu sendiri adalah untuk menurunkan kandungan air kopi dari +54 persen menjadi +10 persen. Pengeringan ini dapat dilakukan dengan cara penjemuran; pengeringan mekanis; dan pengeringan kombinasi penjemuran dan mekanis.

Kalau diperkebunan-perkebunan jenis kopi Robusta ini dikeringkan dengan cara mekanis. Sedangkan untuk jenis kopi Arabika biasanya dipergunakan kombinasi antara penjemuran dan mekanis. Hal ini bertujuan supaya lebih mempercepat proses pengeringannya.

Pada kopi jenis Arabika ini penjemuran dilakukan untuk pembentukan aroma, walaupun penjemuran dilakukan lama maka jenis ini tak akan menjadi kurang, karena kulit arinya lebih mudah lepas bila dibandingkan dengan kopi jenis Robusta.

Untuk cara pengeringan melalui mekanis, dilakukan melalui penguapan dengan jalan pemanasan. Didalam proses penguapan ini dibedakan 2 stadium yaitu:
a.      Stadium Lembab
Terjadi penguapan air permukaan sehingga kandungan air turun dari 54 persen menjadi 30 persen.

b.      Stdium Higroskopis
Terjadinya penguapan air dari dalam sel. Kandungan air diturunkan dari 30 persen menjadi 10 persen. Stadium ini sangat penting karena mempengaruhi mutu dan warna kopi.

Sedangkan temperatur untuk kedua stadium tersebut dapat dilakukan dengan cara:
a.      Stadium lembab untuk fase pertama;
b.      Temperatur 100-120 derajat Celsius, hingga kandungan air mendekati 30 persen, aliran udara pengering yang besar;
c.       Stadium higroskopik fase kedua, temperatur diturunkan sehingga 70 sampai 60 derajat Celsius.

Untuk pengeringan secara mekanis ini memang terdapat beberapa type, antara lain adalah Vis Drier; Mason Drier; dan American Drying Systems. Vis Drier ini berbentuk rumah dengan lantai berlubang-lubang dan kopi dihamparkan pada lantai setelabl 8 cm. Pemanasan dilakukan dari pipa-pipa udara yang dipanaskan.

Mason drier ini berbentuk silinder berputar-putar dengan kecepatan 1-4 putaran per menit dan berdinding lubang-lubang. American Drying Systems, ADS drier berbentuk menara dan menggunakan pemanasan dari solar yang dibakar dalam burner gas. Gas hasil pembakaran ini langsung digunakan untuk pengeringan, setelah dicampur dengan udara segar.

6. Hulling

Setelah kering maka kopi dimasukkan dalam huller untuk melepaskan kopi dari kulit tanduk dan kulit ari. Untuk menghindari pecahnya biji kopi dan juga supaya kadar air kopi itu sama rata, maka baiknya kopi tersebut disimpan dulu sekitar 2 sampai 3 hari sebelum dikupas.

7. Sortasi Biji Kopi

Setelah dikupas maka kopi harus dipisahkan untuk memilih biji-biji yang baik dari kotoran yaitu sisa-sisa kulit tanduk, kulit ari, debu, dll. Juga disortir untuk memisahkan biji-biji inferior, yang pecah atau biji-biji yang sangat kecil.
Gambar 26: Proses Sortasi Biji Kopi

8. Warna

Warna kopi harus rata dan hidup serta segar. Juga tidak boleh mengandung biji berkulit ari. Warna yang dikehendaki ini tergantung dari pemasaran. Bisa saja dibuat hijau muda atau kuning kehijau-hijauan. Setelah kita mewarnai maka siaplah kopi tersebut kita lempar ke pasaran bebas.
Read More