Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Friday, February 5, 2021

Sabin Caffe Kudus, Sensasi Ngopi di Tengah Sawah Instagramable

 



Sebuah kafe baru di Kudus, Jawa Tengah menawarkan sensasi baru menikmati kopi di tengah persawahan.

Adalah Sabin Caffe yang terletak di Desa Tanjungrejo, Jekulo, Kudus, Jawa Tengah. Tepatnya ada di depan Balai Desa Tanjungrejo. Kafe berkonsep alami dengan bangunan sederhana dari kayu ini baru berdiri sejak 1,5 bulan lalu.

“Kita sebetulnya belum launching resmi karena saya masih nunggu untuk fasilitasnya dilengkapi dulu,” kata Owner Sabin Caffe bernama Christian saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/2/2021).

Christian yang juga adalah Kepala Desa Tanjungrejo mengatakan bahwa meski masih dalam tahap pembangunan, Sabin Caffe sudah bisa menerima kunjungan.

Untuk sementara ini, aktivitas yang bisa dilakukan pengunjung adalah bersantai sambil menikmati minuman dan makanan ringan yang tersedia di sana. Selain itu juga bisa berfoto di beberapa spot yang sudah disediakan.

“Sementara ini aktivitasnya orang biasanya santai sambil minum kopi. Minuman ringan kayak mocha gitu, snack juga kita masih ringan. Kita belum menyiapkan menu beratnya,” tutur Christian.

Kisaran harga makanan dan minuman di Sabin Caffe adalah Rp 3.000–Rp 15.000. Minuman yang tersedia ada minuman tradisional, semacam wedang dan kopi, hingga kekinian seperti taro, bubble gum, red velvet, matcha, hingga teh telang.

Spot foto Instagramable

Berburu foto Instagramable di Sabin Caffe jadi salah satu aktivitas favorit pengunjung. Beberapa spot foto yang populer digunakan pengunjung adalah jembatan kayu yang juga sekaligus jadi jalan akses ke bangunan utama Sabin Caffe yang berada di tengah sawah.

Jembatan sederhana tersebut digemari karena bisa memberikan pemandangan yang berbeda pada para pengunjung. Dengan latar belakang persawahan yang mulai menguning, berfoto di sana meninggalkan kesan tersendiri.

Salah satu instalasi foto di Sabin Caffe© Disediakan oleh Kompas.com Salah satu instalasi foto di Sabin Caffe

Spot foto lainnya ada juga berupa instalasi dari bambu dan payung yang dijejerkan di sepanjang jembatan. Ada pula area sejenis gardu pandang di penghujung jembatan yang membuat pengunjung bisa merasa seakan berdiri langsung di atas sawah.

Tak hanya hamparan sawah yang cantik, di sebelah utara Sabin Caffe, khususnya ketika cuaca sedang cerah, pengunjung bisa melihat Gunung Muria dan Bukit Pati Ayam yang cantik.

Di Sabin Caffe juga terdapat tiga bangunan saung dari bambu yang cukup besar. Bentuknya unik, menyerupai tenda yang bisa dipakai pengunjung untuk bersantai dan menikmati sajian makanan serta minuman ala Sabin Caffe.

Rencana paket desa wisata

Sabin Caffe bisa dibilang merupakan proyek tahap pertama dalam menjadikan Desa Tanjungrejo menjadi desa wisata di Kudus.

“Ini (sawah) tanah kas desa, sementara kita (desa) biayai dulu. Nanti baru kita serahkan ke Bumdes (Badan Usaha Milik Desa). Nanti saya suruh yang mengelola Bumdes karena baru kita bentuk,” terang Christian.

“Kalau inisiatif, konsep, ide, semua dari saya pribadi. Karena saya juga mengajukan Tanjungrejo ini untuk jadi desa wisata. Alhamdulilah kita sudah ber-SK Bupati untuk jadi desa wisata,” sambung dia.

Jembatan serta instalasi foto di Sabin Caffe© Disediakan oleh Kompas.com Jembatan serta instalasi foto di Sabin Caffe

Nantinya, di tahun 2021 secara bertahap akan dilakukan pembangunan beberapa aktivitas wisata lain di sekitar Sabin Caffe.

Selain Sabin Caffe yang memiliki luas mencapai satu hektar ini, akan ada pula beberapa aktivitas wisata, seperti kolam renang dan taman bermain anak.

Beberapa titik di sekitar Sabin Caffe juga rencananya akan dijadikan kebun melon, sehingga pengunjung bisa melakukan aktivitas petik buah sendiri.

Tak berhenti di situ saja, Christian juga berencana mengembangkan paket wisata yang bisa diambil para pengunjung. Selain berkunjung ke Sabin Coffe, para wisatawan nantinya juga bisa sekaligus bermain di aktivitas wisata sekitar Desa Tanjungrejo.

“Mungkin kalau memang pengelolaan kita disetujui, kita mau kasih bebek-bebekan. Bebek kayuh itu. Sama river tubing mini untuk kelas anak-anak PAUD. Jatuhnya ke paket wisata, destinasi wisata nantinya,” ujar Christian.

Targetnya, beberapa aktivitas tersebut dan fasilitas tambahan lainnya bisa siap dibuka sebelum bulan Ramadhan, tepatnya di pertengahan Maret 2021.

Rute dan jam operasional Sabin Caffer

Rute menuju Sabin Caffe cukup mudah dilalui. Menurut Christian, lokasi Sabin Caffe yang terletak tepat di depan Balai Desa Tanjungrejo membuatnya mudah ditemukan.

Namun, aksesnya memang masih kurang nyaman dilalui khususnya dengan mobil. Pasalnya, jalurnya harus masuk melalui gang lingkungan perumahan warga. Dengan lebar jalan hanya sekitar 4 meter, tentu saja kendaraan mobil akan sulit untuk masuk.

Seorang pengunjung berfoto di jembatan yang ada di Sabin Caffe© Disediakan oleh Kompas.com Seorang pengunjung berfoto di jembatan yang ada di Sabin Caffe

Lain halnya dengan pengunjung yang naik sepeda motor. Aksesnya sudah bersahabat dengan tempat parkir luas yang bisa menampung hingga 1.000 motor. Jarak Sabin Caffe dari Jalan Raya Pantura cukup dekat, hanya sekitar 1,5 kilometer saja.

Kafe ini juga sudah menerapkan protokol kesehatan. Terdapat beberapa spot cuci tangan dan pengunjung maupun pegawai wajib memakai masker.

Area Sabin Caffe yang sangat luas pun membuat jaga jarak di sana juga sangat mudah. Sabin Caffe buka setiap hari pukul 10.00–20.00 WIB.

“Sabin Caffe ini kan kebetulan luas tempatnya, 100-200 orang enggak kelihatan kan. Karena di alam dan akses jalannya juga luas, tempat duduknya juga terpisah,” pungkas Christian.



sumber: kompas.com

Read More

Friday, May 6, 2016

Sejuta Sejarah yang Tersimpan di Komplek Candi Muara Jambi

Sejuta Sejarah yang Tersimpan di Komplek Candi Muara Jambi
Candi Muara Jambi
Satu destinasi sejarah yang bisa didatangi saat ke Jambi adalah Candi Muara Jambi. Tak hanya satu, tapi ada puluhan candi yang menyimpan sejuta sejarah.

Pada dasarnya, ada 82 candi di komplek ini. Hanya saja, baru 8 yang sudah diekskavasi atau sudah digali sehingga bisa dinikmati pengunjung dan para peneliti.

Komplek candi yang seluas 3.981 hektar ini berada di Kabupaten Muaro Jambi, Kecamatan Muaro Sebo. Tepatnya sekitar 2 kilometer sebelah timur laut Kota Jambi. Jika menggunakan jalur darat bisa melewati Jembatan Batanghari II yang dapat ditempuh selama 30 menit. Adapun kalau lewat jalur sungai Batanghari bisa ditempuh dalam waktu dua jam.

Candi Astono, Candi Tinggi, Candi Tinggi Satu, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong Satu, Gedong dua, dan Candi Kedaton merupakan 8 candi yang bisa dijelajah di sini. Delapan situs candi ini punya letak lokasi yang berjauhan. Bentuk candi pun punya perbedaan yang beragam.

Bicara tentang sejarah, pada abad ke-7, komplek candi ini merupakan pusat pendidikan agama Buddha. Berdasarkan catatan biksu Tiongkok It-Sing, mulai abad itu banyak siswa dan biksu dari India, Tibet, dan Tiongkok untuk belajar di Candi Muara.


(Hardani/detikTravel)

Para siswa antar negara ini menuntut ilmu dalam tatanan bahasa sanskerta. Nantinya, mereka akan kembali ke negaranya untuk menyebarkan ilmu yang telah didapat.

Sayangnya, semua itu terhenti di akhir abad ke-15 karena banjir bandang. Tak selesai sampai di situ, setelah banjir datang juga wabah kolera yang menyerang masyarakat termasuk para biksu.


(Muchammad Elri Abrian Noor/d'Traveler)

Mau tak mau generasi masyarakat pada saat itu terputus. Mulai awal 16, masyarakat Melayu generasi berbeda menjadi penghuni area yang saat ini menjangkau lima desa di sekitar komplek candi.

Dari peninggalan bersejarah situs ini, disimpan pula beberapa bukti benda peninggalan seperti arca, pecahan keramik Tiongkok, hingga dwarapala (patung penjaga candi) yang berasal dari Candi Gumpung. Ada juga belangga perunggu yang merupakan peninggalan dari Candi Astano. Semua barang ini tersimpan rapi di rumah penyimpanan yang jaraknya 100 meter dari Candi Gumpung.

Melalui program Ekspedisi Langit Nusantara, Telkomsel akan mengungkapkan pesona Indonesia melalui video yang diambil dari dua drone berjenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang melintasi lebih dari 50 kota di Indonesia selama sebulan penuh.

Untuk hari ini, Jumat (22/4), drone Elang Barat yang diterbangkan dari bagian barat Indonesia, rencananya akan menjelajah Kota Jambi. Cukup dengan mengakses situs Elang Nusa kita dapat mengikuti perjalanan secara lengkap, baik melalui live streaming maupun rekaman.
Read More